Lewati ke konten utama
Selasa, 03 November 2026
Banner Heading Iklan

Kata Gojek-Grab soal 'Perkawinan' Rp 1.000 Triliun

Gojek dan Grab buka suara mengenai kabar kedua pihak mencapai kesepakatan untuk penggabungan usaha atau merger. Infonya, dua perusahaan startup terbesar di Asia Tenggara itu telah mempersempit perbedaan pendapat mereka, meskipun beberapa bagian dari perjanjian masih perlu dinegosiasikan.

A
Admin 03 Desember 2020 · 14:29 WIB
2,235 kali dibaca • ± 2 menit baca
Kata Gojek-Grab soal 'Perkawinan' Rp 1.000 Triliun

Jakarta - 

Gojek dan Grab buka suara mengenai kabar kedua pihak mencapai kesepakatan untuk penggabungan usaha atau merger. Infonya, dua perusahaan startup terbesar di Asia Tenggara itu telah mempersempit perbedaan pendapat mereka, meskipun beberapa bagian dari perjanjian masih perlu dinegosiasikan.

Mengutip Bloomberg, Rabu (2/12/2020), detail akhir sedang dikerjakan di antara para pemimpin paling senior di setiap perusahaan dengan partisipasi Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp., investor utama Grab.

"Kami tidak dapat menanggapi rumor yang beredar di pasar," kata Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (3/12/2020).

 
 

Nila menyampaikan bahwa fundamental bisnis Gojek semakin kuat bahkan di masa pandemi. Beberapa layanan mereka dijelaskannya telah mencatatkan kontribusi margin positif.

"Kami terus memprioritaskan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna dan mitra kami diseluruh tempat kami beroperasi," ujarnya.

Pihak Grab melalui Communications Senior Manager Grab Indonesia Dewi Nuraini juga menyatakan bahwa kabar merger dengan Gojek hanyalah spekulasi pasar.

"Terima kasih atas pertanyaannya namun kami tidak berkomentar mengenai spekulasi yang beredar di pasar," tambahnya.

Kabar rencana merger alias penggabungan Grab dan Gojek memang terus berhembus kencang. Sejak isu ini pertama kali dihembuskan pada tahun lalu, kabar merger dua raksasa perusahaan teknologi transportasi itu semakin berkembang.

Sebelumnya diberitakan oleh Tech in Asia, jika memang kedua perusahaan ini merger maka bisa menghasilkan omzet hingga US$ 16,7 miliar atau setara dengan Rp 240 triliun per tahun. Valuasinya bahkan mencapai US$ 72 miliar atau sekitar Rp 1.000 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.500 pada 2025.

Pariwara / Ruang Sponsor
Slot Iklan & Kemitraan Media

Pasang banner promosi atau advertorial bisnis: redaksi@bumiayunews.com

Bagikan:

Artikel Terkait

Dukung Kegiatan Litbang, Pemerintah Berikan Insentif Super Tax Deduction
Ekonomi & Bisnis
5 tahun yang lalu • Admin • ⏱️ 2 mnt

Dukung Kegiatan Litbang, Pemerintah Berikan Insentif Super Tax Deduction

YOGYAKARTA - Pemerintah memberikan insentif super tax deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). Insentif berupa pengurangan penghasilan bruto atas kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 153 Tahun 2020.

Baca Selengkapnya
Bagikan ke WhatsApp